Di era digital yang serba terhubung ini, jejak digital kita tersebar luas. Mulai dari riwayat pencarian, unggahan media sosial, hingga data yang dikumpulkan oleh berbagai layanan online. Namun, bagaimana jika ada informasi tentang Anda yang tidak lagi relevan, tidak akurat, atau bahkan merugikan dan Anda ingin menghapusnya? Di sinilah konsep “Hak untuk Dilupakan” atau Right to be Forgotten (RTBF) menjadi sangat penting.
Hak untuk dilupakan adalah hak individu untuk meminta agar data pribadinya dihapus dari internet dan sistem basis data laiya dalam kondisi tertentu. Ini adalah aspek krusial dari perlindungan data pribadi, memberikan kendali lebih besar kepada individu atas informasi mereka. Artikel ini akan mengupas tuntas mekanisme di balik permintaan hak penghapusan, bagaimana Anda dapat mengajukaya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Apa Itu Hak untuk Dilupakan?
Secara fundamental, Hak untuk Dilupakan adalah hak subjek data untuk meminta penghapusan data pribadi mereka tanpa penundaan yang tidak semestinya dari pengontrol data. Hak ini pertama kali mendapatkan pengakuan signifikan dengan adanya Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa melalui Pasal 17, meskipun konsepnya telah dibahas dalam hukum dan yurisprudensi sebelumnya. Tujuaya adalah untuk melindungi martabat dan privasi individu dari informasi yang usang, tidak relevan, atau tidak akurat yang dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka.
Dasar Hukum dan Lingkup Penerapan
Di bawah GDPR, hak ini bukan hak mutlak dan harus dipertimbangkan bersama dengan hak dan kebebasan lain, seperti kebebasan berekspresi dan informasi. Implementasinya bervariasi di berbagai yurisdiksi, dengan beberapa negara mengadopsi prinsip yang serupa dalam undang-undang perlindungan data mereka. Di Indonesia, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) Nomor 27 Tahun 2022 juga mengakui hak subjek data untuk menarik kembali persetujuan, mengakhiri pemrosesan, dan menghapus data pribadi, meskipun detail mekanisme spesifiknya masih terus dikembangkan dalam peraturan turunan.
Kapan Anda Bisa Mengajukan Permintaan Penghapusan?
Anda tidak bisa sembarangan meminta penghapusan semua data pribadi. Ada beberapa kondisi spesifik yang memungkinkan Anda menggunakan hak ini:
- Data pribadi tidak lagi diperlukan untuk tujuan pengumpulaya.
- Anda menarik persetujuan Anda untuk pemrosesan data, dan tidak ada dasar hukum lain yang sah untuk pemrosesan tersebut.
- Anda keberatan dengan pemrosesan data, dan tidak ada alasan sah yang mendesak bagi pengontrol untuk melanjutkan pemrosesan.
- Data pribadi telah diproses secara melanggar hukum.
- Data pribadi harus dihapus untuk memenuhi kewajiban hukum dalam hukum Uni Eropa atau negara anggota yang berlaku untuk pengontrol.
- Data pribadi dikumpulkan sehubungan dengan penawaran layanan masyarakat informasi kepada anak-anak.
Contoh Kasus
Misalnya, Anda pernah menulis blog pribadi tentang pengalaman masa lalu yang tidak lagi merepresentasikan diri Anda saat ini, dan artikel tersebut muncul di hasil pencarian Google. Jika informasi tersebut sudah usang atau berpotensi merugikan reputasi Anda saat ini, Anda mungkin memiliki dasar untuk mengajukan permintaan penghapusan.
Langkah-Langkah Mengajukan Permintaan Penghapusan Data
Mengajukan permintaan penghapusan data membutuhkan pendekatan yang sistematis:
1. Mengidentifikasi Pengontrol Data
Langkah pertama adalah mengetahui siapa pengontrol data Anda. Ini bisa berupa perusahaan teknologi (misalnya, Google, Facebook), penyedia layanan (bank, e-commerce), atau organisasi lain yang mengumpulkan dan memproses data pribadi Anda. Biasanya, informasi ini dapat ditemukan di kebijakan privasi atau syarat dan ketentuan layanan mereka.
2. Menyusun Permintaan Resmi
Anda perlu menyusun permintaan secara tertulis. Meskipun tidak ada format baku, permintaan Anda harus mencakup:
- Identitas Anda (nama lengkap, alamat email, atau informasi lain yang dapat memverifikasi Anda sebagai subjek data).
- Data spesifik yang ingin Anda hapus (berikan URL, tanggal publikasi, atau deskripsi lain yang jelas).
- Alasan mengapa Anda meminta penghapusan, merujuk pada salah satu kondisi di atas (misalnya, data tidak lagi relevan, pemrosesan melanggar hukum, Anda menarik persetujuan).
- Permintaan untuk konfirmasi setelah penghapusan dilakukan.
3. Melampirkan Bukti Pendukung (Jika Diperlukan)
Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu melampirkan bukti yang mendukung klaim Anda, seperti bukti identitas (untuk verifikasi), atau bukti bahwa informasi tersebut tidak lagi akurat atau relevan.
Proses yang Dilakukan Pengontrol Data Setelah Permintaan
Setelah pengontrol data menerima permintaan Anda, serangkaian proses akan dilakukan:
1. Verifikasi Identitas
Pengontrol data akan memverifikasi identitas Anda untuk memastikan bahwa Anda adalah subjek data yang berhak mengajukan permintaan tersebut. Ini untuk mencegah penghapusan data yang tidak sah.
2. Penilaian Permintaan
Pengontrol akan menilai permintaan Anda berdasarkan kondisi yang berlaku untuk hak penghapusan. Mereka akan mempertimbangkan apakah salah satu dari pengecualian untuk hak ini berlaku, atau apakah ada alasan sah yang mendesak untuk menolak permintaan tersebut.
3. Pemberitahuan Keputusan
Dalam waktu yang wajar (biasanya dalam satu bulan di bawah GDPR, dapat diperpanjang dua bulan lagi untuk permintaan yang kompleks), pengontrol harus memberitahu Anda tentang keputusan mereka. Jika permintaan diterima, mereka akan menjelaskan tindakan yang akan diambil. Jika ditolak, mereka harus memberikan alasan penolakan dan memberitahu Anda tentang hak Anda untuk mengajukan keluhan kepada otoritas pengawas atau mencari upaya hukum.
4. Pelaksanaan Penghapusan
Jika permintaan Anda disetujui, pengontrol akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghapus data pribadi dari sistem mereka dan, jika data telah dipublikasikan, mengambil langkah-langkah yang wajar, termasuk tindakan teknis, untuk memberi tahu pengontrol lain yang memproses data pribadi bahwa Anda telah meminta penghapusan tautan ke, atau salinan atau replikasi data pribadi tersebut.
Tantangan dan Pengecualian
Meskipun hak untuk dilupakan adalah alat yang kuat, ada tantangan dan pengecualian yang perlu dipertimbangkan:
- Kebebasan Berekspresi dan Informasi: Hak ini sering bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan hak publik untuk mendapatkan informasi, terutama jika data tersebut relevan untuk kepentingan publik, seperti laporan berita tentang tokoh masyarakat.
- Kepentingan Publik: Data yang diproses untuk tujuan arsip demi kepentingan umum, tujuan penelitian ilmiah atau sejarah, atau tujuan statistik, seringkali memiliki pengecualian.
- Kewajiban Hukum: Jika pengontrol memiliki kewajiban hukum untuk menyimpan data (misalnya, untuk tujuan pajak atau audit), mereka mungkin tidak dapat menghapusnya.
- Efektivitas Teknis: Menghapus semua jejak data dari internet, terutama dari sistem yang didistribusikan secara global dan cache, bisa menjadi tantangan teknis yang signifikan.
Hak untuk Dilupakan di Indonesia
Dengan berlakunya UU PDP, individu di Indonesia kini memiliki hak yang lebih kuat atas data pribadi mereka. Pasal 15 UU PDP secara eksplisit menyebutkan hak subjek data untuk “mengakhiri pemrosesan Data Pribadi, dan/atau menghapus Data Pribadi miliknya.” Meskipun detail implementasi dan penegakaya masih dalam tahap pengembangan melalui peraturan turunan, kehadiran UU PDP memberikan dasar hukum yang kuat bagi individu untuk mengajukan permintaan penghapusan data pribadi.
Penting bagi masyarakat untuk memahami hak-hak mereka dan bagi pengontrol data untuk menyiapkan mekanisme yang transparan dan efisien dalam menanggapi permintaan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kerangka hukum di Indonesia memberikan peluang besar untuk peningkatan perlindungan privasi digital.
Kesimpulan
Hak untuk Dilupakan adalah hak fundamental dalam lanskap privasi digital modern. Ini memberdayakan individu untuk mengendalikaarasi digital mereka dan menghapus informasi yang tidak lagi relevan atau merugikan. Meskipun prosesnya melibatkan beberapa langkah dan pertimbangan, memahami mekanisme ini adalah kunci untuk melindungi privasi Anda. Dengan berbekal pengetahuan tentang kapan dan bagaimana mengajukan permintaan penghapusan, serta apa yang diharapkan dari pengontrol data, Anda dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga jejak digital Anda tetap bersih dan akurat.
Seiring berkembangnya teknologi dan regulasi, perlindungan data pribadi akan terus menjadi area penting yang memerlukan perhatian dan pemahaman dari setiap individu.
