Profesional UU PDP

Sinergi DPO dan CISO: Memahami Peran Krusial dalam Keamanan dan Privasi Data Modern

Di era digital yang serba terkoneksi ini, data telah menjadi aset paling berharga bagi organisasi. Namun, dengailai tersebut datang pula tanggung jawab besar untuk melindunginya. Dua peran kunci yang sering muncul dalam diskursus perlindungan data adalah Data Protection Officer (DPO) dan Chief Information Security Officer (CISO). Meskipun keduanya sama-sama berjuang untuk melindungi informasi, fokus, lingkup, dan tanggung jawab mereka memiliki perbedaan mendasar yang krusial untuk dipahami. Artikel ini akan mengupas tuntas peran DPO dan CISO, menyoroti perbedaan mereka, dan menekankan pentingnya sinergi antara keduanya untuk menciptakan postur keamanan dan privasi data yang kokoh.

Peran Data Protection Officer (DPO): Penjaga Privasi Data

Data Protection Officer (DPO) adalah individu atau tim yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa organisasi memproses data pribadi sesuai dengan peraturan perlindungan data yang berlaku, seperti General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia, atau California Consumer Privacy Act (CCPA) di Amerika Serikat. DPO bertindak sebagai penasihat, pemantau, dan titik kontak utama untuk otoritas pengawas dan subjek data.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama DPO:

  • Memberikaasihat: Memberikan saran kepada organisasi tentang kewajiban mereka berdasarkan undang-undang perlindungan data.
  • Memantau Kepatuhan: Mengawasi kepatuhan organisasi terhadap peraturan perlindungan data, termasuk audit internal dan pelatihan staf.
  • Melakukan Penilaian Dampak Privasi (PIA): Memberikaasihat mengenai Penilaian Dampak Perlindungan Data (DPIA) atau Privacy Impact Assessment (PIA) saat ada proyek atau sistem baru yang melibatkan pemrosesan data pribadi.
  • Bertindak sebagai Titik Kontak: Menjadi titik kontak antara organisasi dengan otoritas pengawas perlindungan data dan subjek data (individu yang datanya diproses).
  • Mengelola Hak Subjek Data: Memastikan prosedur yang tepat tersedia untuk menanggapi permintaan dari individu terkait hak-hak mereka (misalnya, hak untuk mengakses, mengoreksi, atau menghapus data).
  • Menangani Pelanggaran Data: Memastikan prosedur penanganan pelanggaran data pribadi (data breach) sesuai dengan regulasi, termasuk pemberitahuan kepada otoritas dan subjek data jika diperlukan.

Fokus utama DPO adalah pada ‘privasi’ – memastikan bahwa data pribadi dikumpulkan, digunakan, disimpan, dan dihapus dengan cara yang adil, transparan, dan sah, menghormati hak-hak individu.

Peran Chief Information Security Officer (CISO): Arsitek Keamanan Informasi

Chief Information Security Officer (CISO) adalah eksekutif senior yang bertanggung jawab atas pengembangan dan implementasi strategi keamanan informasi di seluruh organisasi. CISO bertugas melindungi aset informasi dari berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal, untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan (CIA triad) informasi.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama CISO:

  • Mengembangkan Strategi Keamanan: Merancang dan mengimplementasikan strategi, kebijakan, dan prosedur keamanan informasi.
  • Manajemen Risiko Keamanan: Mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko keamanan informasi di seluruh sistem, jaringan, dan aplikasi.
  • Respons Insiden Keamanan: Membangun dan mengelola tim serta prosedur untuk merespons insiden keamanan siber, seperti serangan peretasan atau malware.
  • Manajemen Teknologi Keamanan: Mengawasi pemilihan, implementasi, dan pemeliharaan solusi teknologi keamanan (firewall, antivirus, SIEM, dll.).
  • Kepatuhan Keamanan: Memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan industri (misalnya, ISO 27001, NIST) dan persyaratan peraturan yang berkaitan dengan keamanan teknis.
  • Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan melalui pelatihan dan program edukasi.

Fokus utama CISO adalah pada ‘keamanan’ – melindungi informasi dari akses tidak sah, kerusakan, atau pengungkapan, melalui kontrol teknis dan organisasi yang kuat.

Memahami Perbedaan Mendasar

Meskipun DPO dan CISO sama-sama berorientasi pada perlindungan, perbedaan utama mereka terletak pada fokus dan lingkup kerja:

  • Fokus Utama: DPO fokus pada kepatuhan privasi data pribadi dan hak-hak individu. CISO fokus pada keamanan semua aset informasi (termasuk data pribadi) dan melindungi dari ancaman siber.
  • Lingkup: DPO lebih cenderung ke arah kepatuhan hukum, etika, dan tata kelola terkait data pribadi. CISO lebih condong ke arah teknis dan operasional keamanan sistem dan infrastruktur.
  • Regulasi: DPO sangat terikat pada regulasi perlindungan data pribadi (misalnya, GDPR, UU PDP). CISO terikat pada standar keamanan informasi (misalnya, ISO 27001, NIST) dan peraturan industri terkait keamanan.
  • Pertanyaan Kunci: DPO bertanya, “Apakah kita menggunakan data pribadi ini secara sah dan etis, menghormati hak-hak individu?” CISO bertanya, “Apakah data ini aman dari ancaman siber, dan apakah integritas serta ketersediaaya terjaga?”

Sinergi DPO dan CISO: Kunci Keberhasilan Perlindungan Data Komprehensif

Meskipun memiliki fokus yang berbeda, DPO dan CISO harus bekerja sama secara erat. Perlindungan data yang efektif tidak dapat dicapai tanpa sinergi antara privasi dan keamanan. Berikut adalah beberapa area krusial di mana kolaborasi mereka sangat penting:

  1. Penanganan Pelanggaran Data (Data Breach): Ketika terjadi pelanggaran data pribadi, CISO akan memimpin respons teknis untuk mengidentifikasi, menahan, dan memulihkan insiden. DPO, di sisi lain, bertanggung jawab untuk menilai dampak privasi, menentukan kewajiban pelaporan kepada otoritas pengawas, dan memberitahukan kepada subjek data yang terkena dampak.
  2. Penilaian Risiko: CISO melakukan penilaian risiko keamanan untuk mengidentifikasi kerentanan sistem. DPO melakukan Penilaian Dampak Privasi (PIA/DPIA) untuk mengevaluasi risiko terhadap hak dan kebebasan individu. Kedua penilaian ini harus saling melengkapi dan menginformasikan.
  3. Pengembangan Kebijakan: DPO memastikan kebijakan privasi dan prosedur penanganan data sesuai dengan regulasi. CISO memastikan kebijakan keamanan informasi diterapkan untuk melindungi data tersebut secara teknis. Kebijakan ini harus terintegrasi dan konsisten.
  4. Pelatihan dan Kesadaran: Keduanya berperan dalam mendidik karyawan. DPO fokus pada praktik terbaik privasi dan kepatuhan data. CISO fokus pada kesadaran ancaman siber, praktik keamanan, dan penggunaan teknologi yang aman.
  5. Desain Sistem Baru: Saat merancang sistem atau produk baru, DPO memastikan “Privacy by Design” dan “Privacy by Default” diterapkan, sementara CISO memastikan “Security by Design” dan langkah-langkah keamanan yang kuat terintegrasi dari awal.

Kesimpulan

DPO dan CISO adalah dua pilar esensial dalam strategi perlindungan data modern. DPO melindungi data dari perspektif hukum dan hak individu, memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi. CISO melindungi data dari perspektif teknis dan operasional, memastikan keamanan aset informasi. Peran mereka, meskipun berbeda, saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam lingkungan digital saat ini.

Organisasi yang sukses dalam menghadapi tantangan keamanan dan privasi data adalah mereka yang memahami bahwa kedua fungsi ini harus berkolaborasi secara erat, berbagi informasi, dan menyelaraskan strategi. Sinergi antara DPO dan CISO bukan hanya praktik terbaik, melainkan suatu keharusan untuk membangun kepercayaan pelanggan, menjaga reputasi, dan memastikan kelangsungan operasional di tengah lanskap ancaman siber dan regulasi yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *